Sistem Basis Data 1

Posted: Oktober 19, 2012 in Uncategorized

BASIS DATA RELASIONAL

Pengertian Relational Database

Terdapat beberapa cara untuk menangani atau memodelkan data diantaranya adalah:
1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional
Diantara tiga model tersebut model Relasional adalah yang paling sering dipakai. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
Basis data relational adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki hubungan relasi secara matematika dan logika. Hubungan relasi antar tabel pada
umumnya berupa query, yakni tata aturan relasi yang sudah disusun
berdasarkan desain dan teknik basis data tertentu yang digunakan. Query
menjelaskan hubungan antar tabel secara matematika dan logika. Query
terdiri dari operasi-operasi matematika dan logika yang diterapkan pada
sekumpulan tabel.
Basis data relational dibangun dari sekumpulan tabel yang memiliki
hubungan relasi, dimana relasi itu dinyatakan dengan query. Query itu terdiri
dari beberapa operasi -secara matematika- misalkan operasi join dengan
beberapa operator –secara logika- seperti AND dan OR. Query-query itu
disimpan pada suatu file relasi basis data.
Selanjutnya file relasi basis data, file tabel basis data, file field data structure
language (DSL) dan file field data definition language (DDL), disimpan dalam
suatu skema basis data pada file basis data project yang bersangkutan. File-
file itu harus dibuat terlebih dahulu sebelum membangun sebuah file basis
data project.
Model basisdata relasional merupakan model basisdata yang dirancang agar memiliki konsistensi informasi dalam bentuk normalisasi database. Yang secara implementatif dan operasional dikendalikan oleh mesin Database Managemen System (DBMS).
Struktur dasar basisdata relasional :
  • Relasional Database Management System (RDBMS) beroperasi pada lingkungan logika manusia.
  • Basisdata relasional diasumsikan sebagai sekumpulan tabel-tabel.
  • Setiap tabel terdiri dari serangkaian per-potongan baris/kolom
  • Tabel-tabel (atau relasi) terhubung satu dengan lainnya menggunakan entitas tertentu yang digunakan secara bersama
  • Tipe hubungan seringkali ditunjukkan dalam suatu skema
  • Setiap tabel menghasilkan data yang lengkap dan kebebasan struktural
Keuntungan model data entity relationship :
  • Secara konseptual sangat sederhana
  • Gambaran secara visual
  • Alat bantu komunikasi lebih efektif
  • Terintegrasi dengan model basis data relasional
Kerugian model entity relationship :
  • Gambaran aturan-aturan terbatas
  • Gambaran relasi terbatas
  • Tidak ada bahasa untuk memanipulasi data
  • Kehilangan isi informasi
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang c,ukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
  1. Sistem Manajemen Basis Data Relasional
Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi,manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan.
  1. Teknik Modeling Terstruktur
Teknik modeling terstruktur adalah tekhnik untuk perencanaan, permodelan proses (process modeling), permodelan data (data modeling), permodelan object (object modeling), permodelan transisi (state transition modeling) dan desain terstruktur memandu di dalam pembuatan dokumen dan diagram secara benar dan konsisten. Menggunakan teknik dan object terstruktur mendukung suatu standarisasi logika melalui sistem dibawah analisis. Keuntungan dari pendekatan ini adalah:
• Sistem yang besar dapat dipartisi kedalam komponen subsistem atau subfungsi untuk nalisa lebih lanjut.
• Spesifikasi untuk komponen individu lebih mudah, cepat, dan lebih akurat untuk didefinsikan daripada sistem total.
• Interaksi diantara bagian-bagian dapat direncanakanm didesain, dievaluasi, dan diimplementasikan untuk merefleksikan kontrol dan aliran informasi.
• Lebih dari satu orang dapat bekerja dalam sistem yang sama di dalam edisi jaringan.
• Standarisasi format dan tata bahasa meningkatkan dan memudahkan komunikasi dan pemeliharaan.
D. Metodologi Perancangan Basis Data
Metodologi perancangan basis data adalah kumpulan teknik terorganisasi untuk pembuatan rancangan basis data. Teknik terorganisasi ini merupakan kumpulan tahap-tahapan yang memiliki aturan-aturan terurut. Teknik yang digunakan pada perancangan basis data dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Perancangan basis data tingkat logik.

b. Perancangan basis data tingkat fisik.

Perancangan basis data secara logik dimulai dengan penciptaan model konseptual dari organisasi dan seluruhnya tak bergantung rincian implementasi seperti perangkat lunak DBMS, program aplikasi, bahasa pemrograman, platform perangkat keras, dan pertimbangan fisik lainnya. Model konsep ini kemudian dipetakan menjadi model data secara logik yang telah dipengaruhi model data target basis data seperti model relasional.

Dalam perancangan basis data secara logik, kita dapat melakukannya dengan cara:

a. Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.

b. Langsung membuat model Entity-Relationship (ER).

Model data secara logik merupakan sumber informasi perancangan fisik. Model ini menyediakan perancang suatu kendaraan untuk pertimbangan dalam merancang basis data yang efisien.

Perancangan basis data secara fisik adalah proses memproduksi deskripsi implementasi basis data pada penyimpanan sekunder, mendeskripsikan struktur-struktur penyimpanan dan metode-metode pengaksesan dalam meningkatkan efektifitas pengaksesan. Pada tahap ini, perancangan fisik telah ditujukan untuk system DBMS tertentu. Perancangan basis data tingkat fisik sudah dikaitkan dengan platform dan perangkat lunak system manajemen basis data dimana basis data diimplementasikan.

E. Langkah-langkah Metodologi Perancangan Basis Data Relasional

– Dimulai dari perancangan basis data logik untuk basis data relasional pada tahap 1 sampai dengan tahap 3.
– Perancangan dan implementasi basis data fisik untuk basis data relasional pada tahap 4 sampai dengan tahap 7.

Tahap 1
Membangun rancangan data konseptual lokal berdasarkan pandangan pemakai. Yaitu mengidentifikasikan himpunan entitas – himpunan entitas. Mengidentifikasikan keterhubungan-keterhubungan (relationship), mengidentifikasikan dan asosiasikan atribut-atribut pada entitas atau keterhubungan, menentukan domain atribut, menentukan atribut-atribut candidate key dan primary key, melakukan spesialisasi/generalisasi, menggambarkan diagram ER, melakukan review model data konsep dengan pemakai.

Tahap 2
Membangun dan validasi model data logik lokal. Yaitu memetakan model data konsep ke model data logik, melakukan turunan relasi-relasi dari model data logik, validasi model menggunakan normalisasi, validasi model berdasarkan transaksi – transaksi pemakai, menggambarkan ER nya, mendefinisikan kontsrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, melakukan review model data logik dengan pemakai.

Tahap 3
Membangun dan validasi model data logik global. Yaitu menggabungkan model data logik lokal menjadi model global, validasi model data logik global, periksa untuk pertumbuhan masa datang, menggambarkan diagram ER akhir, melakukan review model logik global dengan pemakai.

Tahap 4
Menerjemahkan model data logik global untuk DBMS target. Yaitu merancang relasi-relasi basis untuk DBMS target, merancang aturan-aturan integritas untuk DBMS target.

Tahap 5
Merancang dan implementasi representasi fisik. Yaitu menganalisa transaksi-transaksi, memilih organisasi file, memilih indeks-indeks sekunder, mempertimbangkan penambahan redudansi yang terkendali, estimasikan ruang disk yang diperlukan.

Tahap 6
Merancang dan mengimplementasikan mekanisme pengamanan. Yaitu merancang view-view pemakai, merancang aturan-aturan pengaksesan.

Tahap 7
Memonitor dan menyesuaikan system yang sedang operasi

   BASIS DATA RELASIONAL
Pengertian Basis Data Relasional
Basis Data Relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data
Contoh tabel dan keterhubungannya :
MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
TGL_LAHIR
10200123
SULAEMAN
TANGERANG
 8 MARET 1983
30100143
DIANA
BOGOR
15 NOVEMBER 1983
50100333
SADIKIN
JAKARTA
24 APRIL 1982
20100296
THAMRIN
TANGERANG
13 MEI 1983
10200928
LINA
JAKARTA
8 DESEMBER 1982
50100375
IRAWATI
BEKASI
7 JULI 1982
MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS
KK021
BASIS DATA
2
KD034
SIMULASI
3
KK044
STRUKTUR DATA
2
DU025
MIKROPROSESOR
4
KK018
KALKULUS
2
NILAI
NPM
KD_MK
NIL_MID
NIL_UAS
10200928
KK021
60
80
50100375
KK044
90
85
50100333
KK021
50
40
30100143
KK018
30
50
10200928
KK044
70
40
10200123
KK021
65
45
20100296
KK021
60
60
50100333
DU025
77
75
Keuntungan Basis Data Relasional
  1. Bentuknya sederhana
  2. Mudah untuk melakukan berbagai operasi data


Istilah dalam Basis Data Relasional :
      Relasi       : Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris
      Atribut      : Kolom pada sebuah relasi
      Tupel        : Baris pada sebuah relasi
      Domain     : Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih stribut
      Derajat (degree)        : Jumlah atribut dalam sebuah relasi
      Cardinality     : Jumlah tupel dalam sebuah relasi
MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS
KK021
BASIS DATA
2
KD034
SIMULASI
3
KK044
STRUKTUR DATA
2
DU025
MIKROPROSESOR
4
KK018
KALKULUS
2
Relasional Key
Super Key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di dalam relasi
Candidate Key
Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik
Primary Key
Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi
Alternate Key
Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
Foreign Key
Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuh relasi tetapi pada relasi lai atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa

 

MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
10200123
SULAEMAN
JL. SIRSAK 28 JAKARTA
30100143
DIANA
JL. STASIUN 23 BOGOR
50100333
SADIKIN
JL. MARGONDA RAYA 100
20100296
THAMRIN
JL. JATIASIH 78 BEKASI
10200928
LINA
JL. NANGKA 4 JAKARTA
50100375
IRAWATI
JL. PEMUDA 382 TANGERANG
Relational Integrity Rules
1.    Null
Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut
2.    Entity Integrity
Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null
3.    Referential Integrity
Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang  bersangkutan
Bahasa pada basis data relasional
Bahasa yang digunakan adalah bahasa query sebagai pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi
Terbagi 2 :
1.   Bahasa Formal
Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis
Contoh :
      Aljabar relasional
Bahasa query prosedural : pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya
      Kalkulus relasional
Bahasa query non prosedural : pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana utntuk mendapatkannya
Kalkulus relasional  terbagi 2 :
  • Kalkulus relasional tupel
  • Kalkulus Relasional Domain
2.   Bahasa Komersial
Bahasa query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly)
Contoh :
      QUEL
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
      QBE
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
      SQL
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional
Contoh-contoh DBMS dengan Basis Data Relasional :
DB2 → IBM
ORACLE → ORACLE
SYBASE → Powersoft
INFORMIX → Informix
Microsoft Access → Microsoft
Daftar Pusaka

diah.staff.gunadarma.ac.id/…/BASIS+DATA+RELASIONAL.doc
http://peems.blogspot.com/2008/10/relational-database.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s